Saya Ucapkan Selamat Datang Di GoKlik-Information Jelajahi Informasi disini karena banyak informasi menarik dan layak untuk anda baca Terima kasih telah berkunjung

Latest Post

5 Kamar Hotel Termahal di Dunia

Go Klik-Info,Berkeliling ke seluruh penjuru dunia adalah impian banyak orang. Dari sana kita bisa melihat bagaimana keunikan alam, manusia maupun ekonomi yang tidak bisa kita temukan di negara tempat kita tinggal.

Tetapi di saat kita merencanakan sebuah wisata, pasti kita berusaha mencari hotel murah yang sesuai budget/anggaran yang kita bawa. Namun pernahkan Anda membayangkan untuk merogoh kocek yang sangat dalam hanya untuk sebuah penginapan per malam di hotel-hotel termahal di dunia?

Nah, untuk membantu Anda mendapatkan gambaran lebih baik tentang hotel-hotel ini, berikut ini adalah 5 kamar hotel dengan tarif termahal di dunia yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2013):

5. The Presidential Suite, Hotel Cala di Volpe, Costa Esmeralda, Sardinia

img
Sesuai namanya, kamar hotel ekslusif ini akan membuat kamu merasa menjadi seorang presiden. Dilengkapi jacuzzi dan ruang spa pribadi, kamar hotel termahal ke-5 di dunia ini akan membuat uang Anda berkurang US$ 34.000 (Rp 323 juta) dalam semalam.


4.The Penthouse Prestige Apartment di Hotel Martinez, Cannes, Prancis

img
Kamar hotel ini menyediakan semua layanan mewah yang bisa Anda bayangkan. Termasuk di dalamnya: sebuah Hammam (permandian upa khas negara Turki). Tentu saja kalau Anda bersedia membayar US$ 34.000 (Rp 323 juta) per malamnya.

3. The Ty Warner Penthouse di Hotel Four Seasons, New York

img
Terletak di Big Apple, kamar hotel di lantai 52 ini menawarkan pandangan bebas 360 derajat indahnya kota metropolitan moderen New York. Harga per malam: US$ 35.000 (Rp 332,5 juta).

2. Hugh Hefner Sky Villa di Hotel Palms, Las Vegas

img
Kamar hotel termahal kedua di dunia ini terletak di dalam kompleks hotel dan kasino terpopuler di Las Vegas. Kalau Anda siap mengeluarkan US$ 45.000 (Rp 427,5 juta) dari rekening bank, Anda bisa bermalam di Sky Villa termahal di dunia ini.

1. The Royal Penthouse di Hotel President Wilson, Jenewa, Swiss

img
Wah wah wah, untuk bisa menginap di The Royal Penthouse, yang secara resmi adalah kamar hotel termahal di dunia, Anda harus merogoh kocek sebesar US$ 65.000 (Rp 617,5 juta) per malamnya.
Share : Share Detail

4 Objek Wisata di Indonesia yang Penuh Tengkorak!

Go Klik-Info,Indonesia memang punya dianugerahi banyak destinasi. Mulai dari yang menarik sampai menyeramkan ada di Bumi Pertiwi ini. Bahkan di 4 destinasi ini, traveler akan menemukan tengkorak yang berserakan. Hii!

Suasana berbeda dan mencekam, akan traveler rasakan saat berlibur ke destinasi-destinasi ini. Saat menjelajah 4 destinasi ini, mata Anda akan selalu disuguhi dengan tengkorak dan tulang belulang. Dikutip detikTravel, Rabu (27/2/2013), inilah 4 destinasi di Indonesia yang dipenuhi tengkorak:

1. Pulau Karang Laut Kokas, Papua Barat

img
Dimulai dari Papua Barat. Bertempat di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, traveler akan melihat gugusan pulau karang yang cantik di tepi lautnya. Di salah satu tebing karang Laut Kokas ini, terdapat celah dengan sebuah kotak yang terbuat dari semen. Seramnya lagi, di sekitar kotak tersebut dipenuhi dengan tengkorak dan tulang belulang.

Ternyata, itu bukanlah tempat sembarangan. Konon, menurut masyarakat sekitar itu adalah kuburan atau tempat tidur Putri Laut. Putri Laut ini juga disebut-sebut sebagai hantu laut. Bahkan, penduduk sekitar suka meletakkan sesajen berupa, tembakau, sirih pinang, pakaian, atau uang sebagai persembahan kepada Putri Laut.

Layaknya mitos Nyai Roro Kidul, Putri Laut juga dipercaya sebagai penguasa Laut Kokas. Putri Laut dipercaya sebagai hantu berbentuk manusia dan bisa menjelma menjadi apapun.

2. Kuburan Trunyan, Bali

img
Di Desa Trunyan, Kabupaten Bangli, Bali, jasad seseorang yang sudah meninggal tidaklah diletakkan dalam peti layaknya pemakaman biasa. Jenazah diletakkan begitu saja di atas tanah sebuah lahan. Itu dikenal sebagai Kuburan Trunyan.

Penduduk Desa Trunyan merupakan keturunan Bali Aga. Dari nama desanya saja, kampung ini sudah mencerminkan kesan mistis. Bagaimana tidak, kata Trunyan di sini berasal dari kata Taru dan Menyan.

Saat berada di makam Trunyan, pelancong harus berhati-hati karena tulang-tulang dan tengkorak berbaur dengan barang-barang lainnya yang berada di sepanjang jalan pemakaman ini. Keadaan kuburan memang sengaja dibiarkan seperti ini. Ya, karena ada peraturan yang melarang traveler membawa keluar barang-barang yang sudah ada di lokasi ini.

Selain jenazah yang masih utuh, di lokasi ini juga banyak tulang belulang dan tengkorak yang tergeletak begitu saja. Walaupun diletakkan di alam terbuka, jenazah-jenazah tersebut tetap tidak mengeluarkan bau busuk. Bisa dibilang ini adalah kuburan terseram di Bali.

3. Gua Latea, Sulawesi Tengah

img
Gua Latea berlokasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Gua yang terbentuk dari bukit kapur ini, punya panorama yang bisa membuat traveler merinding. Bukan karena keindahannya, melainkan karena gua ini merupakan pemakaman leluhur Suku Pamona.

Hampir sama dengan pemakaman tradisional Trunyan di Bali, di pelataran Gua Latea menghampar puluhan tengkorak dan tulang belulang. Hanya bedanya, Suku Pamona meletakkan jenazah di dalam peti kayu. Selanjutnya, anggota keluarga menyimpan peti kayu tersebut di dalam gua hingga tinggal kerangkanya saja.

Namun, tradisi pemakaman Suku Pamona ini sudah berakhir sejak abad ke-19 M. Meskipun tradisi unik itu sudah tidak dilakukan lagi, wisatawan tetap bisa melihat sisa-sisa tradisi suku Pamona di dalam Gua Latea.

Di dalam gua yang memiliki dua kamar utama ini, terdapat tulang belulang dan tengkorak manusia. Pada ruang pertama wisatawan akan melihat sekitar 36 buah tengkorak. Sedangkan pada ruang kedua yang berada di atas bukit terdapat 17 pasang peti jenazah dan 47 tengkorak.

4. Gua Tengkorak, Kalimantan Timur

img
Tak jauh berbeda dengan Gua Latea, di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kaltim, juga terdapat Gua Tengkorak. Nuansa mistis, sangat terasa di dalam gua.

Ya, saat memasuki bagian dalam gua traveler akan melihat tengkorak dan tulang belulang manusia. Tengkorak dan tulang-tulang ini dipercaya sebagai peninggalan dari nenek moyang Suku Paser.

Bentuk Gua Tengkorak juga tidak terlalu besar. Untuk sampai di mulut gua, traveler harus menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu. Anak tangga ini memiliki tinggi kurang lebih 50 meter.

Selain gua yang penuh tengkorak, di bagian depan gua ini tersaji panorama alam nan hijau. Pemandangan hutan, sungai, sawah, dan ladang, terhampar luas di depan mata. Kini, destinasi ini banyak dikunjungi turis domestik dan tak jarang dari mereka yang menggunakan gua ini sebagai bahan penelitian.
Share : Share Detail

4 Tempat yang Harus Dikunjungi Sebelum Punya Anak

Go Klik-Info,Tak bisa dipungkiri, menikah dan punya anak akan mengubah hidup Anda. Nah, sebelum memiliki buah hati, ada beberapa tempat yang wajib masuk dalam daftar destinasi liburan. Berikut 4 tempat di antaranya.
Destinasi super tenang atau malah super ramai jadi tempat yang tak selamanya bisa didatangi bersama anak. Sebelum itu, ada baiknya Anda mendatangi 4 tempat berikut sebelum memiliki anak, seperti ditengok dari Budget Travel.

1. Paris, Prancis
Paris di Prancis sering disebut sebagai tempat paling romantis di dunia. Berlibur ke sini berarti saatnya menumpahkan romantisme baik ke kekasih atau ke diri sendiri.
Manjakan diri Anda dengan menikmati Menara Eiffel saat malam hari. Nikmati indahnya kelap kelip lampu dan siluet yang tercipta di sekitarnya. Juga, habiskan waktu untuk menjelajah di jalan kecil yang berhias kafe atau restoran bertema romantis di kiri dan kanan jalan.
Bukan berarti Anda tak bisa kembali ke sini bersama anak-anak. Namun, destinasi yang dikunjungi saat liburan sendiri dan saat bersama anak-anak pasti berbeda. Sebelum mereka hadir, puaskan hasrat Anda mereguk semua romantisme yang ditawarkan Paris!
2. Napa Valley, AS
Napa Valley di Napa, California, AS merupakan surganya para pecinta wine. Ada 400 winery yang bisa dikunjungi di sana. Bayangkan hari-hari liburan Anda yang dipenuhi dengan mencoba beragam rasa wine.
Anda bisa mengikuti tur sepeda Napa Valley yang dihargai sekitar USD 150 per orang, dan belum termasuk harga untuk mencicip wine. Atau, Anda bisa membeli Wine Tasting Card. Dengan harga sekitar USD 25, Anda dapat mencicip 12 macam wine. Ada juga Pasar Oxbow yang bisa dikunjungi saat siang hari. Jelajah sepuasnya di sana.
Liburan jenis ini tentu tak cocok jika mengajak anak. Maka dari itu, sempatkanlah ke sana sebelum menyambut sang buah hati hadir ke kehidupan Anda.
3. Macau
Liburan yang penuh asap rokok dan orang berjudi sama sekali tidak masuk daftar liburan bersama anak. Daripada penasaran seumur hidup, cobalah menghabiskan waktu libur di Las Vegasnya Asia, Macau.
Hanya dua yang harus dipersiapkan saat liburan ke sana yaitu, uang dan insting yang kuat. Habiskan malam penuh peruntungan di sana dan puaskan keinginan untuk bertindak sebebas dan segila-gilanya.
Setidaknya nanti, saat Anda sudah memiliki anak, takkan ada lagi rasa penasaran saat mendengar bagaimana serunya liburan di Macau.
4. Angkor Wat, Kamboja
Angkor Wat di Kamboja memiliki kuil-kuil yang sangat bersejarah. Ketenangan dan khusyu adalah sesuatu yang utama saat melancong ke sini. Bahkan, anak paling manis sekalipun belum tentu bisa tahan liburan ke kompleks kuil ini.
Mendatangi Angkor Wat seperti membasuh jiwa. Dengan pemandangan yang mencuri perhatian, dengan ketenangan yang menghipnosis dan dengan segala pendukungnya. Berbeda waktu, berbeda keindahan. Eksotis Angkor Wat saat pagi dan sore akan terasa berbeda.
Habiskan 3 hari meresapi ketenangan yang dalam di sana. Mengelilingi kompleks kuil dengan sepeda juga bisa jadi cara yang menyenangkan. Jangan lupa menikmati indahnya Angkor Wat saat sunrise dan sunset.
Share : Share Detail

3 Resort di Bali yang Menjadi Favorit Wisatawan

Go Klik-Info,Kabar gembira datang dari Bali. 3 Resor di sana menjadi yang terbaik se-Indonesia di mata wisatawan dunia. Fasilitas mewah, pelayanan memuaskan, dan pemandangan cantik di sekitar hotelnya jangan diragukan. Yuk, intip!

Lagi-lagi Indonesia mencuri perhatian wisatawan dunia. Kali ini, 3 resor di Bali menjadi tempat terbaik untuk bermalam. Resor-resor tersebut dipilih oleh wisatawan dari berbagai negara.

Dilansir dari CN Traveler, Senin (25/2/2013), situs traveling tersebut baru-baru ini merilis Gold List 2013 The World's Best Places To Stay. Ini adalah hasil survei dari 47 ribu traveler dunia untuk memilih tempat-tempat menginap terbaik di suatu destinasi.

Survei tersebut disaring secara ketat. Hasilnya, terdapat 510 hotel, resor dan kapal pesiar sebagai tempat menginap terbaik. Dari kawasan Asia, ada 3 resor di Bali yang menjadi pilihan para traveler dunia. Wow!

Inilah tiga resor tersebut:

1. Amandari, Ubud

img
Amandari mendapat nilai tertinggi dari semua hotel dan resor di Indonesia, yaitu 94,8. Resor ini benar-benar memanjakan para tamunya. Hamparan hutan hijau dan terasering sawah yang terlihat dari resor ini mampu menyihir wisatawan.

Amandari terletak di Desa Kedewetan, Ubud. Letaknya yang berada di lereng gunung dan di atas Sungai Ayung, memberikan udara yang segar kepada para tamu yang menginap. Jalan-jalan setapak, kamar suite beratapkan ijuk, kebun-kebun, serta interior dari jati dan marmer menambah suasana yang elegan nan mewah.

Letaknya yang berada di Ubud, menjadikan kebudayaan dan kesenian khas Bali sangat terasa di sini. Tak hanya itu, pelayanan yang ramah dan hidangan yang disajikan mampu membuat wisatawan betah. Resor ini memiliki menu makanan dari masakan barat hingga Indonesia, seperti ayam gnocchi hingga ikan panggang ala Sulawesi.
 

2. Amankila, Karangasem


img
Terletak di Desa Manggis, Karangasem, Amankila adalah resor yang sempurna bagi traveler pecinta pantai. Terang saja, resor ini menghadap ke Selat Lombok dengan pemandangan lautan biru jernih. Gunung Agung pun menjadi latar belakang pemandangan yang spesial.

"Air, air, dan air. Tenang, damai, awan, langit, santai, bunga, ketenangan," ujar komentar traveler dari Florida, AS, Christian Marin.

Tak hanya itu, kolam renang dengan pemandangan langsung ke lautan menjadi tempat favorit wisatawan. Kolam renangnya memiliki tiga tingkat, tinggal pilih Anda mau berenang di mana.

Amankila berbeda dengan resor-resor lainnya yang berada di pinggir pantai di Bali. Amankila terletak di salah satu kabupaten yang masih tradisional di Bali. Oleh sebab itu, wisatawan dapat merasakan ketenangan dan berinteraksi dengan masyarakat di pedesaan di sekitarnya. 93,3 adalah poin yang didapat Amankila, tapi resor ini mendapat nilai 100 untuk lokasi dan desain bangunan.

3. Four Season Resort Bali at Sayan, Ubud

img
Berbeda dengan kedua resor sebelumnya yang menjadi langganan terbaik, ini adalah kali pertama Four Season Resort Bali at Sayan menjadi pilihan wisatawan. Resor ini terletak di Ubud dan akan memberikan pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

Resor ini berada di lembah dekat dengan Sungai Ayung. Sesampainya di resor, nafas Anda seolah akan berhenti. Hutan-hutan hijau, sawah, dan sungai akan meneduhkan pandangan. Selain itu, Anda juga bisa menyeberangi jembatan kayu dengan ketinggian puluhan meter untuk bersantai di dekat kolam.

Four Season Resort Bali at Sayan mendapat nilai 91,8. Resor ini cukup luas dengan fasilitas Kolam renang, spa, bar, dan restoran. Ke manapun mata memandang, resor ini penuh dengan keindahan.
Share : Share Detail

Menjelajahi Sungai Cheong Gye Cheon Stream, Seoul Korea

Go Klik-Info,Seoul, ibukota negara Korea Selatan, dahulu kala sama halnya dengan kota-kota besar di Indonesia, memiliki banyak permasalahan perkotaan yang kompleks. Kota yang semrawut, kawasan kumuh, sungai yang kotor dan sebagainya. Namun kini, Seoul patut berbangga karena telah menjadi salah satu kota yang indah dan tertata dengan baik. Tulisan ini mengulas singkat mengenai penataan anak sungai atau stream yang melintasi kawasan pusat kota Seoul. Adalah Cheong Gye Cheon Stream yang menjadi salah satu ikon dan kebanggan kota Seoul saat ini.

Cheonggyecheon stream masa kini.    Sumber: arsip penulis (November 2011)
Aliran Cheonggyecheon  berawal dari wilayah lereng gunung Inwangsan dan Bugaksan bagian selatan dan dari bagian utara  Gunung Namsan menuju ke arah timur sepanjang 8,14 km melintasi Seoul dan bermuara di Sungai Hangang. Di masa lalu, Cheonggyecheon mempunyai arti penting bagi Seoul dalam aspek geografi, politik, sosial dan budaya. Pada masa dinasti Joseon, wilayah sebelah utara stream ini merupakan wilayah tempat tinggal bagi kaum bangsawan dan kantor pemerintahan dan wilayah sebelah selatan diperuntukkan bagi rakyat biasa dan para cendekiawan dengan status ekonomi kelas bawah. Kawasan di pinggiran Cheonggyecheon dijadikan tempat tinggal bagi rakyat biasa. Mereka membangun tempat tinggal di pinggiran sepanjang Cheonggyecheon hingga kelamaan menjadi permukiman dengan kepadatan tinggi. Aktifitas mandi, mencuci dan membuang sampah di Cheonggyecheon stream merupakan bagian dari kehidupan penduduk yang tinggal di sepanjang aliran ini. Selain itu terdapat beberapa jembatan yang dibangun melintasi Cheonggyecheon dan para pedagang biasanya beraktifitas di seputar jembatan-jembatan tersebut.
Sketsa kuno aliran Cheong Gye Cheon Sumber: Foto Penulis diambil dari ruang
Pameran Cheonggyecheon Museum Seoul, November 2011
Di masa itu, fungsi utama Cheonggyecheon  sebagai tempat pembuangan sampah dan kotoran yang akan dibawa mengalir menuju sungai Hangang. Permukiman yang padat dan kumuh ditambah Cheonggyecheon yang kotor, memerlukan penanganan terhadap kemungkinan adanya banjir. Hal biasa yang dilakukan adalah melakukan pengerukan sedimen di dasar Cheonggyecheon  dan ini dilakukan dalam masa cukup lama walau disadari bahwa penanganan seperti ini tidaklah cukup untuk menangani permasalahan yang ada. Sepanjang itu pula Cheonggyecheon tampil sebagai bagian kota yang kotor, kumuh dengan kualitas lingkungan yang sangat buruk.


Cheonggyecheon di masa lalu sebelum ditutup oleh jembatan layang (Sumber: foto penulis diambil dari Cheonggyecheon Museum Seoul, November 2011)

Hingga pada tahun 1978, pemerintah setempat membuat kebijakan yang dipandang sebagai solusi terbaik untuk permasalahan Cheonggyecheon adalah “filling” yaitu membangun jembatan layang (Cheonggye Overpass) di atas Cheonggyecheon sehingga tidak tampak dari pandangan. Selain itu kebijakan ini dipandang tepat untuk mengatasi peningkatan arus lalu lintas dan juga sebagai simbol modernisasi Korea. Selama 25 tahun, Cheonggyecheon seolah menghilang dari bagian kehidupan Seoul, tertutup oleh dua lapis jalan kokoh yang dibangun diatasnya, namun kenyataannya air masih tetap mengalir sepanjang Cheonggyecheon  menuju Sungai Hangang walau tidak terlihat.
Cheongye Overpass. Berdiri kokoh diatas

Cheonggyecheon Stream

Akhirnya muncul kesadaran pentingnya mengembalikan Cheonggyecheon sebagai bagian dari sejarah, kehidupan dan budaya Seoul. Tahun 2003, pemerintah setempat memulai Cheonggyecheon Restoration Project, suatu proyek yang bertujuan mengembalikan Cheonggyecheon sebagai bagian dari sejarah kehidupan dan budaya Seoul. Proyek ini juga bertujuan untuk mewujudkan Seoul sebagai kota ramah lingkungan dengan memselaraskan alam dan manusia, menciptakan keseimbangan pembangunan di wilayah utara dan selatan Hangang River dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas budaya dan ekonomi kehidupan masyarakat Seoul. Cheonggye overpass yang menutupi Cheonggyecheon stream dirubuhkan dan sepanjang aliran dibersihkan ditata dengan design yang menarik. Penyelesaian proyek ini memerlukan waktu dua tahun tiga bulan dimulai bulan Juli 2003 sampai bulan Oktober 2005.
Sepanjang Cheonggyecheon stream terdapat 14 titik yang menarik. Pertama, Cheonggye Plaza sebagai starting point Cheonggyecheon stream. Kemudian diikuti Gwangtonggyo Bridge, Banchado-Painting of King Jeongjo’s Royal Procession, Supyogyo Site, Ongnyucheon Pond, Fashion Plaza, Ogansumun Site (Floodgate), Cheonggyecheon Historical Laundry Site, Rhythm Wall Fountain, Wall of Hope, Tunnel Fountain, Jonchigyogak (remaining of the old Cheonggye overpass), Cheonggyecheon Museum dan terakhir Willow Swamp. Bila ingin mengunjungi  Cheonggyecheon stream dengan menyusurinya butuh waktu cukup panjang bahkan bisa seharian karena siang hari maupun malam hari memberikan nuansa menarik yang berbeda dan sayang untuk dilewatkan.

Berikut Foto-foto sungai Masih Kumuh & kotor



Sumber: penulis (November 2011)

Cheonggye Plaza

Cheonggye Plaza


Mengunjungi Cheonggyecheon stream meninggalkan endapan pemikiran, apakah proyek seperti ini bisa dilaksanakan di Indonesia. Teringat perkataan seorang kolega yang berasal dari negara maju di belahan bumi bagian barat sana, “Janganlah memandang Cheonggyecheon Stream Project ini sebagai sesuatu yang spektakuler. Ini adalah hal yang biasa”. Hal yang biasa. Ya mungkin bagi mereka yang berasal dari negara maju dengan pembangunan yang telah berhasil dan tertata rapi, dengan supremasi hukum yang kokoh dan ketaatan hukum yang tinggi. Bagi negara-negara berkembang,  proyek ini bisa dikatakan luar biasa. Bagaimana tidak, butuh visi ke depan yang memandang dan mengenali bagian permasalahan kota apa yang segera harus ditangani. Lalu diwujudkan dalam bentuk proyek fisik yang akan membawa perubahan penting bagi kota. Butuh keberanian dan kemauan keras untuk mewujudkan proyek tersebut. Demontrasi dan penolakan masyarakat adalah hal yang harus dihadapi pemerintah kota Seoul hingga membutuhkan lebih dari 500 kali rapat bersama masyarakat dalam upaya mendapat dukungan masyarakat dan hal ini bukanlah sesuatu yang mudah. Apakah di Indonesia, hal ini bisa dilaksanakan. Tentu bisa bila ada visi, kemauan, keberanian dan pengerahan sumberdaya serta konsolidasi semua stakeholder dan pemerintah dalam mewujudkan kegiatan yang dilaksanakan demi kebaikan semua.

Mojeongyo Bridge

Mojeonggyo Bridge


Gwanggyo Bridge


Jembatan layang diatas Cheonggyecheon Stream


Stepping block, juga berfungsi untuk menurunkan laju alir air

Wall of Hope


Maket kawasan sekitar Cheonggyecheon Stream di Cheonggyecheon Museum
Video nya :
Share : Share Detail

Hotel Terkecil di Dunia Ini Khusus untuk Menikah


Hotel Pernikahan (Foto: Amusingplanet)
Hotel Pernikahan (Foto: Amusingplanet)
Go Klik-Info, Sebuah hotel biasanya memiliki beberapa kamar, namun hotel unik ini hanya memiliki satu kamar khusus untuk pasangan kekasih yang ingin menikah.

Hotel terkecil di dunia ini hanya memiliki luas 2,5 meter persegi dengan jumlah ruangan total hingga 53 meter persegi. Namun, hotel ini begitu mewah dengan dilengkapi segala aksesori modern mulai dari televise layar datar hingga mini spa. Jika hotel lain memiliki beberapa kamar, hotel yang berdiri di Amerg, Jerman ini hanya memiliki satu kamar tidur saja. Oleh karena itu, dalam satu waktu penyewaan, hotel hanya dapat ditempati satu pasangan saja.

Hotel ini memang spesial, hanya digunakan untuk pasangan suami istri yang akan menikah. Awalnya, hotel dibangun pada tahun 1728 sebagai sebuah rumah oleh sepasang kekasih yang ingin menikah. Namun, untuk dapat menikah setiap pasangan harus memiliki sebuah rumah terlebih dahulu. Untuk menyiasati hal tersbeut, mereka pun kemudian membangun rrumah di atas tanah kosong yang sempit di antara dua bangunan tinggi.

Setelah bangunan selesai, mereka pun dapat melangsungkan pernikahan. Sejak saat itu, pasangan tersebut berpikir untuk menjualnya ke pasangan berikutnya yang akan menikah. Setiap minggu, pemilik rumah pun berganti seiring dengan semakin banyak keinginan pasangan kekasih yang ingin menikah. Oleh karena itu, rumah ini pun dijuluki Hotel Pernikahan. Demikian seperti dilansir Amusingplanet, Sabtu (16/2/2013).

Saat ini, semakin banyak orang yang menggunakan Hotel Pernikahan untuk menikah. Bahkan menurut cerita kuno, setiap pasangan yang menikah di hotel ini akan bahagia sepanjangn masa dan jauh dari kata perceraian.
Share : Share Detail

Wisata Unik, Semalam Jadi Gembel di Swedia


Menjadi gembel semalam di Hotel Faktum (Foto: telegraph)
Menjadi gembel semalam di Hotel Faktum (Foto: telegraph)
Go Klik-Info, SWEDIA - Sebuah majalah di Swedia menawarkan pengalaman wisata unik, yaitu semalam hidup ala gembel. Berani coba?

Hotel Faktum di Gothenburg, Swedia, adalah akomodasi yang diluncurkan oleh sebuah majalah di Swedia. Nama “faktum” sebenarnya diambil dari suatu jenis wisata yang membiarkan para turis tidur di jalanan untuk semalam.

Hotel Faktum telah memilih 10 titik di kota tersebut, dimana 3.400 gembel di kota itu biasa berkumpul dan menghabiskan malam. Tempat itulah yang akan menjadi sarana para turis merasakan kehidupan bak gembel dalam semalam.

Tempat yang dipilih adalah taman kota, bekas toilet, trotoar di tepi kanal, dan sudut jembatan. Setiap lokasi digambarkan hotel tersebut sebagai tempat yang penuh kearifan lokal, karena dekat dengan atraksi wisata setempat yang terkenal.

Untuk merasakan hidup susah di jalanan, para turis akan dikenakan biaya sebesar Rp148 ribu per malam. Biaya ini akan disumbangkan untuk Faktum, sebuah koran jalanan yang namanya menjadi inspirasi hotel, serta sumbangan untuk gembel dan anak jalanan.

"Wisata ini untuk mengingatkan turis akan kemiskinan, dan mengajak mereka untuk peduli dengan cara yang unik," kata Aaron Israelson, pemimpin redaksi majalah Faktum, seperti dikutip Telegraph, Jumat (22/2/2013). "Banyak yang menganggap gembel adalah orang-orang tak berguna yang hanya minum-minum dan mengonsumsi narkoba," tutupnya.
Share : Share Detail
 
Support : Creating Website Praburakka
Copyright © 2012. Go Klik Information - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger