Go Klik-Info,Indonesia memang punya dianugerahi banyak destinasi. Mulai dari yang
menarik sampai menyeramkan ada di Bumi Pertiwi ini. Bahkan di 4
destinasi ini, traveler akan menemukan tengkorak yang berserakan. Hii!
Suasana
berbeda dan mencekam, akan traveler rasakan saat berlibur ke
destinasi-destinasi ini. Saat menjelajah 4 destinasi ini, mata Anda akan
selalu disuguhi dengan tengkorak dan tulang belulang. Dikutip
detikTravel, Rabu (27/2/2013), inilah 4 destinasi di Indonesia yang
dipenuhi tengkorak:
1. Pulau Karang Laut Kokas, Papua Barat

Dimulai
dari Papua Barat. Bertempat di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak,
traveler akan melihat gugusan pulau karang yang cantik di tepi lautnya.
Di salah satu tebing karang Laut Kokas ini, terdapat celah dengan sebuah
kotak yang terbuat dari semen. Seramnya lagi, di sekitar kotak tersebut
dipenuhi dengan tengkorak dan tulang belulang.
Ternyata, itu
bukanlah tempat sembarangan. Konon, menurut masyarakat sekitar itu
adalah kuburan atau tempat tidur Putri Laut. Putri Laut ini juga
disebut-sebut sebagai hantu laut. Bahkan, penduduk sekitar suka
meletakkan sesajen berupa, tembakau, sirih pinang, pakaian, atau uang
sebagai persembahan kepada Putri Laut.
Layaknya mitos Nyai Roro
Kidul, Putri Laut juga dipercaya sebagai penguasa Laut Kokas. Putri Laut
dipercaya sebagai hantu berbentuk manusia dan bisa menjelma menjadi
apapun.
2. Kuburan Trunyan, Bali

Di Desa
Trunyan, Kabupaten Bangli, Bali, jasad seseorang yang sudah meninggal
tidaklah diletakkan dalam peti layaknya pemakaman biasa. Jenazah
diletakkan begitu saja di atas tanah sebuah lahan. Itu dikenal sebagai
Kuburan Trunyan.
Penduduk Desa Trunyan merupakan keturunan Bali
Aga. Dari nama desanya saja, kampung ini sudah mencerminkan kesan
mistis. Bagaimana tidak, kata Trunyan di sini berasal dari kata Taru dan
Menyan.
Saat berada di makam Trunyan, pelancong harus
berhati-hati karena tulang-tulang dan tengkorak berbaur dengan
barang-barang lainnya yang berada di sepanjang jalan pemakaman ini.
Keadaan kuburan memang sengaja dibiarkan seperti ini. Ya, karena ada
peraturan yang melarang traveler membawa keluar barang-barang yang sudah
ada di lokasi ini.
Selain jenazah yang masih utuh, di lokasi ini
juga banyak tulang belulang dan tengkorak yang tergeletak begitu saja.
Walaupun diletakkan di alam terbuka, jenazah-jenazah tersebut tetap
tidak mengeluarkan bau busuk. Bisa dibilang ini adalah kuburan terseram
di Bali.
3. Gua Latea, Sulawesi Tengah

Gua
Latea berlokasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Gua yang terbentuk
dari bukit kapur ini, punya panorama yang bisa membuat traveler
merinding. Bukan karena keindahannya, melainkan karena gua ini merupakan
pemakaman leluhur Suku Pamona.
Hampir sama dengan pemakaman
tradisional Trunyan di Bali, di pelataran Gua Latea menghampar puluhan
tengkorak dan tulang belulang. Hanya bedanya, Suku Pamona meletakkan
jenazah di dalam peti kayu. Selanjutnya, anggota keluarga menyimpan peti
kayu tersebut di dalam gua hingga tinggal kerangkanya saja.
Namun,
tradisi pemakaman Suku Pamona ini sudah berakhir sejak abad ke-19 M.
Meskipun tradisi unik itu sudah tidak dilakukan lagi, wisatawan tetap
bisa melihat sisa-sisa tradisi suku Pamona di dalam Gua Latea.
Di
dalam gua yang memiliki dua kamar utama ini, terdapat tulang belulang
dan tengkorak manusia. Pada ruang pertama wisatawan akan melihat sekitar
36 buah tengkorak. Sedangkan pada ruang kedua yang berada di atas bukit
terdapat 17 pasang peti jenazah dan 47 tengkorak.
4. Gua Tengkorak, Kalimantan Timur

Tak
jauh berbeda dengan Gua Latea, di Tanah Grogot, Kabupaten Paser,
Kaltim, juga terdapat Gua Tengkorak. Nuansa mistis, sangat terasa di
dalam gua.
Ya, saat memasuki bagian dalam gua traveler akan
melihat tengkorak dan tulang belulang manusia. Tengkorak dan
tulang-tulang ini dipercaya sebagai peninggalan dari nenek moyang Suku
Paser.
Bentuk Gua Tengkorak juga tidak terlalu besar. Untuk
sampai di mulut gua, traveler harus menaiki anak tangga yang terbuat
dari kayu. Anak tangga ini memiliki tinggi kurang lebih 50 meter.
Selain
gua yang penuh tengkorak, di bagian depan gua ini tersaji panorama alam
nan hijau. Pemandangan hutan, sungai, sawah, dan ladang, terhampar luas
di depan mata. Kini, destinasi ini banyak dikunjungi turis domestik dan
tak jarang dari mereka yang menggunakan gua ini sebagai bahan
penelitian.
Share :